Saturday, February 9, 2013

cara merawat ayam aduan


Cara Merawat Ayam Aduan

Si Cantik Ayam Jawara
Beberapa ciri ayam yang sehat adalah dengan melihat kondisi fisik ayam aduan tersebut yaitu, muka berwarna merah, teli (penyimpanan makanan) merah, dada merah, paha merah, lutut sedikit merah, sela kaki (jari) atau ceker berwarna merah dan terlihat segar.
Ayam aduan memiliki pola bertanding yang berbeda-beda, namun dalam menyiapkan ayam aduan untuk bertanding dalam pertarungan adalah sesuatu keharusan. salah satu hal terpenting adalah perawatan. Karena pada saat di tangani dengan benar maka akan menghasilkan kesiapan yang matang untuk bertarung.
Pada umumnya untuk merawat ayam aduan adalah di beri pakan secukupnya, jangan terlalu banyak pada pagi hari lalu dimandikan pagi hari saat matahari hangat keluar dan menjemurnya, bisa jam 8 atau lebih di jemur 15 menit lalu teduhkan bisa juga di taruh dalam kandang umbaran. Sesudah di jemur bisa di fisik dengan kurungan putar yaitu kurungan yang di dalamnya terdapat kurungan kecil berisi ayam aduan lalu di dobel dengan kurungan yang besar, taruh ayam yang di dilatih diluar maka akan dengan spontan memutari kurungan tadi dan akan berhenti jika susah lelah. taruh di kandang umbaran yang teduh agar tidak kepanasan. beri jamu yang rutin tidak harus dengan obat-obatan yang ada di toko karena untuk jamu rutin biasanya sang perawat/botoh mempunyai jamu masing-masing, salah satu contoh bisa dengan jamu telor puyuh dan madu serta jamu lainya yang diaduk jadi satu dan di buat butiran untuk kesehatan ayam aduan. Sore hari mandikan lagi sebelum dikasih pakan full (beras merah dan gabah) untuk ayam pukul lebihkan pemberian gabah karena gabah dapat memberikan tenaga lebih dan setelah itu kembali istirahat atau dikandang. nb, jangan menjemur terlalu lama karena bisa menyebabkan kematian.

Teknik dan Pukulan Ayam Bangkok Aduan


Memilah secara fisik pada ayam yang memang mempunyai perbedaan mencolok antara yang biasa dengan petarung tangguh sudah ada artikelnya di ciri fisik ayam bangkok/aduan. Dapat dipahami secara insting masing-masing orang dalam menilai ayam bangkok/aduan tentang kemampuan gaya bertarung, pukulan dan lain sebagainya. Disamping melihat secara langsung fisiknya dapat digambarkan juga beberapa pukulan dan teknik ayam bangkok/aduan sebagai berikut:
    Teknik Ayam Aduan
  1. Teknik Pukulan Satu, terkenal dengan fisiknya yang kuat, dadanya tegap, serta pundak & lehernya tidak beruas. Pukulan ayam jenis ini hanya satu persatu, tetapi ketika pukulan tersebut tepat mengenai lawannya, maka hampir dapat dipastikan lawannya akan kaget & terpojok. Teknik pukulan yg biasa dipakai adalah pukul depan & pukul serong (nggunting).
  2. Teknik Pukulan Seri, ditandai banyaknya pukulan yang dilepaskan secara cepat (gancang) namun terkadang pukulannya kurang akurat. Apabila ayam tersebut berasal dari induk yang pernah menjadi juara kalangan, pukulannya sangat akurat sehingga tidak akan lama menghabisi musuhnya. Ayam bangkok dengan teknik pukulan seri biasanya mempunyai gerakan yang sangat lincah, gesit & lebih suka memukul lawannya dari arah depan.
  3. Teknik Kunci Pukul, Teknik ini sangat ditakuti karena sangat sulit dipukul oleh lawan dan mampu mengunci gerakan kepala & leher lawan (menutup pergerakan lawan). Caranya adalah menindih kepala & leher lawan sehingga lawan mengalami kesulitan mencari kepala musuh. Pukulan serong adalah senjata terbaiknya untuk memukul balik lawan. Jika terkena pukulan ini, bagian atas leher & kepala lawan bisa robek atau bengkak.
  4. Teknik Pukulan Belakang, Teknik pukulan belakang termasuk unik, karena suka menyerang & memukul lawannya dari arah belakang. Selain terkenal sangat ampuh & mematikan, pukulan dari belakang juga sulit diantisipasi lawan. Ketika bertarung, ayam akan masuk & mematuk kepala lawan, lalu dengan gerakan yang cepat memutar badan & memukul dari belakang.
  5. Teknik Pukulan Teleh atau Janggut, Sebelum memukul, ayam akan memainkan kepalanya di bawah leher lawan. Kemudian dari bawah dagu lawan akan melepaskan pukulan yang sangat keras. Kekuatan pukulan tersebut menjadi dua kali lipat karena tenaga lawan yang bersiap untuk melakukan pukulan ikut tersedot sehingga bebannya menjadi dua kali lipat.
  6. Teknik Ngoyor, Teknik pukulan jenis ini termasuk yang paling buruk, sebab musuh dapat dengan mudah memukul kepala karena sering berada di bawah (ngumpan). Namun, jika posisi kepalanya sangat rendah musuh akan mengalami kesulitan untuk melakukan pukulan. Ayam dengan gaya bertarung seperti ini hanya mempunyai senjata andalan berupa pukulan satu dan biasanya sangat keras.
Gaya bertarung ayam aduan tersebut tidaklah menjadi patokan menjadi ayam jawara, karena ayam bangkok/aduan akan kalah oleh ayam. Tidak heran jika ayam mahal terkadang tumbang oleh ayam yang biasa saja (tidak mahal). Identiknya ayam mahal itu pasti punya keturunan jawara sedangkan yang biasa masih belum jelas. Tetapi apa salahnya jika berusaha mencari yang terbaik.

Ciri Fisik Ayam Aduan yang Bagus

Ayam bangkok mempunyai penampilan yang menawan dalam segi fisik, namun dalam segi bertarung ayam bangkok tidak jauh berbeda dengan ayam biasa (lokal) karena bervariasi. Yang jauh berbeda dari ayam bangkok jelas fisik, mental bertarung dan tenaga yang baik juga pukulan yang menjatuhkan. Jika dilihat dari mental, ayam biasa tidak sehebat ayam bangkok karena biasanya ayam lokal sering berani dan tidak, dalam jarak jauh selalu berani mendekat secara colong-colongan dan bisa menyebabkan efek yang kurang baik bagi ayam bangkok (ayam petarung/aduan) karena dapat menjatuhkan mental (membuat hatinya menjadi kecil), lebih baik segera singkirkan ayam yang model begitu tuh..?? (menurut pengalaman beberapa orang, termasuk saya. xixixi).
Berbicara tentang ayam petarung/aduan atau ayam bangkok, mungkin yang harus diperhatikan adalah fisiknya atau bentuk fisik dari ayam tersebut karena menilai dan mengamati penampilan dapat menandakan kekuatan dan teknik bertarung ayam tersebut.
Ciri Fisik Ayam JawaraSedangkan bagian yang harus diperhatikan sebagian adalah; Wajah tebal kuat akan pukulan namun tidak begitu lincah begitu sebaliknya, tulang leher (gulu, dalam bahasa jawa) yang rapat dan besar menandakan kuat terhadap sangkut lawan dan kuat menahan pukulan, badan berbentuk botol atau jika tidak berbadan melok (bonjor) namun padat dengan tulangan yang besar. tulang dada tebal dan besar, brutu besar (bokong) dan capit urang lengan ayun yang rapat menandakan pukulan yang keras. Bulu super, bentuk sayap rapat, panjang dan rapih serta warna rawis tembus sampat kebelakang buntut. Bulu sayap njantung dan bulu buntut merucut tidak megar dan yang jelas sisik ayam yang berbeda juga dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap ayam tersebut, sisik yang kering, merucut lebar ke samping tidak melebar ke depan dan kaki yang panjang adalah tipe ayam yang bagus.
Beberapa mitos yang salah satunya menyatakan bahwa sisik yang mempunyai selap (biasanya berada ditengah) yang menghalangi garis atas sampai bawah akan membawa nasib jelak yaitu "matanya kesabet" (pileng) entah terkena ayam jalu (taji) atau sayap. "lah wong di adu ya kalo ga bocak bacek ya kena mata" udah resiko.

Merawat Ayam Bangkok Saat Berganti Bulu


Ayam bangkok/aduan saat menginjak masa proses pergantian bulu atau sering disebut dengan istilah truwulu (jawa)/mabung/Ngurak atau Moulting pada unggas, merupakan hal yang rutin dan terjadi pada setiap tahun. Pada masa ganti bulu, biasanya banyak botoh yang tidak menyadari tentang kondisi ayam yang membutuhkan berbagai asupan mineral dan protein yang lebih. Masih ada yang memperlakukan ayam bangkok/aduan dengan ransum biasa, padahal ayam yang mengalami proses ganti bulu memerlukan perhatian ekstra. Pada tahap ganti bulu ini merupakan tahap istirahat yang panjang dan perlu diberikan makanan khusus yang bergizi tinggi, asupan mineral juga vitamin yang cukup.
Ayam Saat Ganti BuluMakanan yang mengandung kadar protein yang lebih, perlu di berikan pada ayam karena pada tahap ini ayam memerlukan energi yang relatif lebih banyak. Bila kebutuhan mineral dan protein tidak tercukupi dalam jumlah yang memadai maka ayam aduan akan mengalami penurunan kondisi fisiknya. Efek selanjutnya yang dapat terlihat jelas adalah kondisi fisik yang lemah dan loyo. Tidak jarang kita temui di kandang botoh ayam aduan yang dalam tahap ganti bulu ini bermuka pucat, kurang gairah dan terlihat lemas.
Pada masa ganti bulu sebaiknya ayam di berikan makanan dengan asupan kadar protein sebesar 16%, sedangkan makanan ayam yang lain yang dapat melebihi tidak usah di berikan karena, jika kandungan kalori dan protein yang berlebih, hal ini dapat berdampak pada badan ayam yaitu kegemukan. Ini berakibat penumpukan pada tulang dada dan akan sangat mengganggu stamina ayam. Kegemukan badan atau pada kondisi tersebut akan berdampak pada pernapasan yaitu mudah kehabisan nafas (ngos-ngosan) dan untuk mengembalikan bentuk dan berat ideal ayam tersebut akan memakan waktu yang lebih lama lagi.
Pada saat ganti bulu, ayam aduan tidak memerlukan pemberian Minyak Ikan yang berlebihan. Ini bisa di nilai dari sehelai bulu ayam yang mengandung 85% protein, 2.5% lemak, 1.5% serat kasar, 0.2% kalsium dan 0.75% phosporus (berdasarkan penelitian Charoen Phokpand). Jadi dengan dilihat dari komposisi kandungan bulu, maka ayam tidak memerlukan minyak ikan. Namun pada saat ganti bulu, ayam lebih membutuhkan protein, vitamin dan mineral yang cukup.
Kebanyakan orang beranggapan pemberian Minyak Ikan dapat membuat bulu mengkilap dan kuat. Minyak ikan mengandung Asam Linoleat 99% sebaliknya ayam hanya membutukan Asam Linoleat 1% saja yang bisa di dapatkan dari makanan ayam aduan pada umumnya. Padahal untuk membuat bulu mengkilap dan kuat cukup dengan pemberian makanan berprotein, sehingga kelenjar lemak yang ada pada ekor akan berfungsi sebagai semir yang digunakan ayam untuk mengilapkan bulu meskipun ayam tidak di mandikan.
Pada saat ganti bulu, ayam tidak membutuhkan tenggaran/umbaran yang rutin, ayam cukup diumbar 3 hari sekali atau 1 minggu sekali saja untuk mengepakkan sayap dan melemaskan otot yang kaku. Memegang ayam yang berganti bulu juga harulah berhati-hati, karena bulu masih muda dan terasa sakit bila dipegang. Kemudian jangan sesekali ayam yang sedang berganti bulu dikumpulkan atau digabungkan dengan ayam betina, karena bulu mengandung phosporus yang tinggi yang merupakan makanan paling digemari dan santapan lezat bagi ayam betina. Demikian juga bila dijadikan pemacek, maka perhatikan kebutuhan karbohidratnya, jika kekurangan maka napsu kawin akan menjadi menurun dan sebaliknya jika pemberian karbohidrat berlebihan maka ayam akan menjadi terlalu gemuk yang juga dapat menurunkan nafsu kawin.
Selama periode penggantian bulu yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, jangan lupa untuk memperhatikan kandang ayam, jangan menempatkan ayam yang memiliki sudut kandang yang cukup tajam yang dapat mengganggu pertumbuhan bulu dah bahkan bisa merusak bulu muda yang baru tumbuh. Hal ini juga harus menjadi perhatian karena jangan sampai seluruh usaha keras kita di dalam merawat masa truwulu/mabung akan menjadi sia-sia karena hanya penempatan kandang. Dengan kata lain, untuk ayam yang sedang mengalami penggantian bulu, mulai dari makanan, pengumbaran, dan penempatan kandangnya tetap harus menjadi perhatian kita agar proses penggantian bulu dapat berjalan dengan sempurna.

Cara Memilih Ayam Berpostur Bagus


Ayam Bangkok Bronggal
Dalam memilih ayam aduan tentu semua individu mempunyai pemahaman tersendiri baik dari pengalaman maupun melihat dengan seksama. Namun tidak jarang ada yang belum tergambar bagaimana memilah ayam berbentuk boto atau bronggal. Ayam bronggal memiliki postur badan yang gagah dan melok dalam arti kata bonjor dari dada hingga pangkal. Untuk merasakannya hanya tinggal di pegang meletakkan kedua tangan dari samping (sayap) kanan dan kiri ayam tersebut kemudian rapatkan hingga kedua jari bersentuhan di pangkal dada dan akan terasa bagaimana postur badan ayam yang dipegang tersebut. Di bagian paha akan terasa berdenyut keras bila ayam tersebut sudah terlatih (sudah berisi pukulan yang keras) jika tidak ayam masih bahan. Ayam yang bagus (berkelas) biasanya berpostur tubuh tegak dada membusung serta leher yang lurus dan bertulang rapat, sayap yang rapih dan rapat serta kuncup (njantung). Melihat secara fisik ayam aduan sangat terlihat sekali perbedaan antara mana yang baik dan mana yang biasa saja. Capit urang misalnya, hanya dengan melihat dan memegang saja sudah cukup menandakan kerja ayam tersebut. Capit urang yang rapat serta buntut yang merucut tidak megar adalah ayam yang bagus. Bertulang besar serta keras dengan pergelangan yang rapat dapat menandakan ayam ini akan kuat menerima pukulan serta dapat mengungguli kekuatan lawan. Bagaimana pun ini adalah gambaran, jadi selanjutnya tergantung sobat.

No comments:

Post a Comment